Fantastis! Gamer Habiskan 20 Miliar Untuk Karakter Game, Dijual Teman Seharga Rp 8 Jutaan

Gamer Habiskan 20 Miliar Untuk Karakter Game – Berapa banyak uang yang sudah kamu habiskan untuk sebuah game? Untuk kamu gamer pasti tidak asing lagi tentang masalah ini.

Bermain game umumnya merupakan kegiatan mengisi waktu luang. Tapi bagi sebagian orang bermain game adalah passion. Mereka bahkan rela menghabiskan uang banyak untuk permainan yang lebih seru.

Jumlah uang yang dikeluarkan untuk membeli item atau sebuah karakter juga tidak main – main. Gamer bisa menghabiskan uang jutaan hingga miliaran rupiah untuk bisa membeli karakter dan aksesoris agar terlihat lebih unggul dari pemain lainnya. Bahkan ada gamer habiskan 20 Miliar hanya untuk karakternya disuatu game online.

Gamer Habiskan 20 Miliar

Sejak booming nya game online, banyak gamer rela menghabiskan uang dengan angka fantastis untuk membeli sebuah item dalam sebuah game.

Berdasarkan laporan South China Morning Post, terungkap seberapa besar nominal unag yang dihabiskan oleh seorang gamer.

Seorang gamer asal negeri panda bernama Lu mou menghabiskan uang sebesar USD 1,4 juta atau setara dengan Rp 20 Milliar untuk melengkapi karakternya dengan aksesoris dan item terbaik di dalam game Justice Online.

Yang bikin kaget, temannya menjual secara tidak sengaja karakter game milik mou seharga USD 552 setara dengan Rp 8 jutaan.

Apa Itu Justice Online

Gamer Habiskan 20 Miliar

Bagi yang belum tahu, Justice Online adalah game bergenre Massively Multiplayer Online Role Playing Game (MMORPG) yang telah resmi di rilis pada 29 juni 2018 di china oleh perusahaan milliaran dollar NetEase. Dibuat berdasarkan novel Wen Rui’an, The Four Great Constables.

Di dalam game, pemain dapat memilih 4 karakter dan bisa bertempur melawan gamer lain atau karakter lainnya.

Salah Input Harga Karena Lelah

Situs berita tiongkok lainnya, Abacus, menyebut bahwa teman Lu Mou, Li Mouschen telah melakukan kesalahan saat mendaftarkan karakter milik lu mou di marketplace dalam game buatan NetEase ini.

Ia menanggapi, bahwa dirinya salah menginput harga jual karakter di marketplace tersebut karena sudah terlalu lelah bermain game dan membuatnya pusing.

Dituntun Oleh Pemilik Akun

 Karena kesalahan fatalnya tersebut, Lu Mou marah besar dan menuntut temannya tersebut ke pengadilan. Kasus ini akhirnya diselesaikan oleh seorang hakim yang menjadi penengah kasus secara online. Hakim ini ditunjuk oleh otoritas tiongkok sebagai hakim untuk mengawasi masalah hukum dari jarak jauh.

Beruntung bagi Lu Mou, NetEase membatalkan transaksi penjualan dan dia bisa mendapatkannya kembali. dipengadilan Hongya di provinsi Sichuan memutuskan, pembeli harus mengembalikan karakter mou.

Li Mouschen pun diminta hakim untuk membayar ganti rugi sebesar USD 12,781 atau setara dengan Rp 180 juta kepada pembeli karakter mou tersebut. Laporan SCMP itu tidak benar – benar memberikan informasi mengapa Lu Mou menghabiskan begitu banyak uang hanya untuk justice online adalah tanda kecanduan.

Tulisan ini dipublikasikan di Game Online dan tag , . Tandai permalink.